Dalam bisnis, keuntungan di atas kertas tidak selalu berarti kesehatan finansial yang sesungguhnya. Banyak perusahaan dengan omzet besar justru kesulitan menjalankan operasional karena arus kas tersendat. Salah satu penyebab utamanya adalah pengelolaan piutang dan hutang yang kurang efisien. Itulah mengapa memahami strategi piutang hutang cashflow menjadi kunci untuk menjaga kelancaran keuangan perusahaan.
Artikel ini akan membahas strategi praktis dalam mengatur piutang dan hutang agar arus kas perusahaan tetap stabil, sehat, dan siap menghadapi situasi ekonomi apa pun.
Pentingnya Mengelola Piutang dan Hutang dengan Tepat
Piutang dan hutang adalah dua sisi neraca yang sangat memengaruhi kondisi kas perusahaan. Jika tidak diatur dengan baik, piutang macet atau hutang menumpuk dapat membuat bisnis kehilangan likuiditas — meskipun terlihat menguntungkan secara laporan laba rugi.
Menurut Bank Indonesia, hampir 40% UMKM dan perusahaan menengah di Indonesia menghadapi masalah cashflow akibat lemahnya pengelolaan piutang dan hutang. Masalah ini bukan karena kurangnya pendapatan, melainkan waktu penerimaan dan pembayaran yang tidak seimbang.
Dampak Negatif Jika Piutang & Hutang Tidak Dikelola
- Arus kas negatif meski penjualan tinggi.
- Keterlambatan membayar kewajiban kepada pemasok.
- Turunnya kepercayaan dari mitra bisnis.
- Risiko pinjaman jangka pendek untuk menutupi kekurangan kas.
Strategi Efektif Mengatur Piutang untuk Menjaga Cashflow
Piutang adalah aset penting, tetapi juga dapat menjadi sumber risiko jika tidak dikelola secara disiplin. Berikut beberapa strategi yang terbukti efektif dalam menjaga cashflow melalui manajemen piutang.
1. Seleksi Pelanggan dan Analisis Kredit
Tidak semua pelanggan memiliki kemampuan membayar yang sama. Sebelum memberikan kredit, lakukan analisis kelayakan dengan menilai reputasi, histori pembayaran, dan kemampuan finansial pelanggan. Buat kebijakan kredit tertulis agar tim sales tidak memberikan syarat pembayaran tanpa otorisasi.
2. Tentukan Batas Waktu Pembayaran (Credit Term)
Tetapkan batas waktu pembayaran yang realistis dan sesuai karakter bisnis, misalnya 30 hari (Net 30). Hindari memberi waktu terlalu lama, karena semakin panjang jangka waktu, semakin besar risiko piutang macet.
Tips IMS: Untuk menjaga cashflow, gunakan sistem “early payment discount” seperti potongan 2% bagi pelanggan yang membayar sebelum jatuh tempo.
3. Lakukan Penagihan Secara Proaktif
Jangan menunggu piutang jatuh tempo untuk mengingatkan pelanggan. Kirimkan reminder secara berkala dan pastikan sistem pencatatan piutang Anda real-time. Perusahaan dapat menggunakan software akuntansi yang memiliki fitur notifikasi otomatis.
4. Pisahkan Piutang Lancar dan Tidak Lancar
Kelompokkan piutang berdasarkan umur (aging schedule): 0–30 hari, 31–60 hari, dan >90 hari. Piutang yang melewati 90 hari harus segera ditindaklanjuti dengan pendekatan khusus atau bahkan dialihkan ke lembaga penagihan (collection agency).
5. Evaluasi Kebijakan Kredit Secara Berkala
Kondisi ekonomi dan perilaku pelanggan dapat berubah. Lakukan review setiap kuartal untuk memastikan kebijakan kredit masih relevan dan tidak menimbulkan risiko berlebihan terhadap arus kas perusahaan.
Strategi Mengatur Hutang untuk Menjaga Likuiditas
Hutang bukan sesuatu yang harus dihindari, tetapi harus dikelola dengan bijak. Dengan strategi yang tepat, hutang bisa menjadi alat untuk memperkuat cashflow, bukan beban finansial.
1. Pahami Struktur dan Tujuan Hutang
Bedakan antara hutang produktif (digunakan untuk kegiatan yang menghasilkan pendapatan) dan hutang konsumtif (tidak menambah nilai bisnis). Fokuslah pada hutang produktif yang dapat mempercepat pertumbuhan dan menjaga likuiditas.
2. Negosiasikan Syarat Pembayaran dengan Pemasok
Bangun hubungan baik dengan pemasok agar perusahaan bisa mendapatkan syarat pembayaran yang lebih fleksibel. Misalnya, memperpanjang tempo pembayaran dari 30 menjadi 45 hari tanpa penalti. Ini membantu menjaga keseimbangan arus kas keluar dan masuk.
3. Hindari Over-Leverage
Jangan biarkan rasio hutang terhadap ekuitas (Debt to Equity Ratio) melebihi kapasitas bisnis. Sebagai panduan umum, rasio ideal adalah di bawah 2:1. Jika sudah melampaui batas ini, perusahaan berisiko menghadapi tekanan likuiditas yang tinggi.
4. Gunakan Skema Pembiayaan Sesuai Kebutuhan
Pilih jenis pembiayaan yang sesuai tujuan, seperti working capital loan untuk kebutuhan kas jangka pendek atau term loan untuk investasi jangka panjang. Hindari menggunakan pinjaman jangka pendek untuk menutup investasi besar.
5. Rencanakan Jadwal Pembayaran
Buat kalender pembayaran rutin agar kewajiban dapat diselesaikan tepat waktu. Prioritaskan hutang dengan bunga tinggi untuk dilunasi lebih dulu. Disiplin ini membantu perusahaan terhindar dari denda atau beban bunga tambahan.
Sinkronisasi Antara Piutang dan Hutang
Kunci menjaga cashflow adalah keseimbangan antara penerimaan dari piutang dan pembayaran hutang. Jika keduanya tidak seimbang, perusahaan dapat mengalami kekurangan kas meskipun memiliki banyak aset.
Tips Sinkronisasi Efektif:
- Sesuaikan jangka waktu pembayaran piutang dan hutang agar arus kas stabil.
- Gunakan cashflow forecasting untuk memprediksi kebutuhan dana di masa depan.
- Bangun dana darurat minimal 3 bulan biaya operasional untuk menutup gap sementara.
Peran IMS dalam Mengoptimalkan Manajemen Cashflow
Infiniti Mulia Sedaya (IMS) membantu perusahaan mengembangkan sistem pengelolaan keuangan yang terukur dan efisien. Melalui layanan manajemen keuangan bisnis, IMS membantu klien:
- Membuat sistem penagihan dan pembayaran otomatis berbasis data.
- Merancang strategi pengendalian piutang dan hutang yang optimal.
- Melakukan audit arus kas untuk menemukan kebocoran dan potensi efisiensi.
- Menyusun rencana cashflow tahunan yang berorientasi pada stabilitas.
Pendekatan IMS berfokus pada keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan kesehatan finansial jangka panjang — bukan sekadar mengejar angka penjualan.
Kesimpulan
Mengelola piutang dan hutang secara strategis adalah fondasi bagi arus kas yang sehat. Dengan perencanaan, disiplin, dan kontrol yang baik, bisnis tidak hanya bertahan, tetapi juga berkembang dengan stabilitas finansial yang kuat.
Jadikan strategi piutang hutang cashflow sebagai bagian dari budaya keuangan perusahaan Anda. Dengan dukungan profesional dari INFINITI, Anda dapat menciptakan sistem keuangan yang efisien, transparan, dan siap menghadapi setiap tantangan bisnis modern.
Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan edukatif. Konsultasikan dengan konsultan keuangan profesional sebelum mengambil keputusan strategis terkait manajemen keuangan bisnis Anda.




